04 May 2022 15:44 WIB

How Turbo Timer Can Extend The Life Of Your Turbo

Turbo is now increasingly widely used in cars, especially with increasingly strict emission regulations where many manufacturers are switching to using smaller engines but with a turbo to boost their power. This is often called downsizing.

In fact, sometimes cars with a smaller engine capacity but with a turbo tend to have some considerable power. Great power should be 'tamed' with accelera 651 Sport semi-slick tyres.

Maybe you already know that the turbo gets its power from the engine exhaust gas and spins at high speed to force fresh air into the engine. Thus, the turbo temperature is often very high when working hard with maximum boost.

Therefore, when the engine is turned off when the turbo is hot, this might lead to some damage. Because, the turbo temperature will drop suddenly, and because there is a principle of expansion and shrinkage, then damage can occur. Turbo can experience cracks because it shrinks and expands too quickly due to rapid temperature changes.

So, that's where the turbo timer can be a lifesaver and can extend the life of the turbo.

What is its main function? When the car is turned off and the key is removed, the engine will not shut off immediately. The turbo timer will keep the engine idle to give the turbo time to cooldown and cool slowly.

Usually, the time can be determined by the car owner, for example about 1 minute. If 1 minute has been passed, then the engine will automatically turn off so that the owner does not have to worry about leaving the car.

If you don't have a turbo timer, it’s not a big deal. After using the car heavily, then you should let the car cooldown first by driving slowly and let the engine idle for a moment when you want to turn off the engine.

 

Indonesia 

Turbo kini semakin marak digunakan pada mobil, apalagi dengan regulasi emisi yang semakin ketat dimana banyak produsen yang beralih menggunakan mesin lebih kecil namun mendapatkan bantuan turbo untuk mendongkrak tenaganya. Hal ini sering disebut dengan downsizing.

Bahkan,, terkadang mobil dengan kapasitas lebih kecil namun berturbo cenderung memiliki tenaga yang cukup besar. Tenaga besar sebaiknya ‘dijinakkan’ dengan ban semi-slick Accelera 651 Sport.

Mungkin kamu sudah tahu, kalau turbo mendapatkan tenaganya dari gas buang mesin dan berputar pada kecepatan tinggi untuk memaksa udara segar masuk ke dalam mesin. Sehingga, suhu turbo seringkali sangat tinggi ketika bekerja keras dengan boost maksimal.

Karena itu, ketika mesin langsung dimatikan saat turbo panas, hal ini sebenarnya kurang baik. Karena, suhu turbo akan langsung drop, dan karena ada prinsip pemuaian dan penyusutan, maka kerusakan bisa terjadi. Turbo bisa saja mengalami keretakan karena terlalu cepat menyusut dan memuai karena perubahan suhu yang cepat.

Sehingga, disitulah turbo timer bisa menjadi penyelamat dan bisa memperpanjang usia turbo.

Memangnya, apa fungsi utamanya? Ketika mobil dimatikan dan kunci dicabut, maka mesin tidak akan langsung mati. Turbo timer akan menjaga mesin pada posisi idle untuk memberikan turbo waktu untuk cooldown dan dingin secara perlahan.

Biasanya, waktu bisa ditentukan oleh pemilik mobil, misalnya sekitar 1 menit. Bila 1 menit sudah terlewat, maka mesin akan otomatis mati sehingga pemilik tidak perlu khawatir meninggalkan mobilnya.

Jika tidak memiliki turbo timer, maka juga tidak masalah. Setelah menggunakan mobil dengan berat, maka sebaiknya membiarkan mobil cooldown terlebih dahulu dengan berjalan pelan dan membiarkan mesin idle sejenak pada saat hendak mematikan mesin.

Share